Untitled Document
Konservasi Makam Tedong-Tedong, Anna: Atap Butuh Pembenahan



Update : 2021-06-28


MAMASA, Sulawesion.com- Kantor Cagar Budaya dan Moseum, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamasa menggelar konservasi situs makam Tedong-Tedong bekerjasama Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kasi (Kepala Seksi) Cagar Budaya dan Moseum , Kantor Disdiknbud Kabupaten Mamasa, Anna Sari Tarupay menerangkan. Konservasi dilakukan pada 11 unit makam Tedong-Tedong dan 7 unit makam Bangka-Bangka (Mamasa-red) agar situs bersejarah di Kabupaten Mamasa tetap terpelihara.

Yang patut diapresiasi kata Anna Sari sebab dukungan dari Bupati Mamasa, H.Ramlan Badawi dan Kepala Dinas Pendidikan, H.Muh.Syukur dalam melakukan pemeliharaan situs dapat berjalan dengan melibatkan pihak balai, tinggal bagaimana atap pada bangunan sesegera mungkin dibenahi agar situs tetap terjaga.

Lanjutnya, Soal atap pada makam Tedong-Tedong telah dikomunikasikan dan Pemda Mamasa sehingga telah merencanakan pada tahun depan pembenahan atap dilakukan. makam Tedong-Tedong menurut Anna Sari, juga merupakan sala-satu obyek wisata bahkan bagian dari 10 situs tertua di Kabupaten Mamasa .

“Situs makam Tedong-Tedong merupakan sala-satu ikon Kabupaten yang mesti dijaga bersama sehingga masyarakat jangan hanya berharap sepenuhnya ke Pemda Mamasa melainkan kita bersama-sama menjaga dan memelihara tempat ini,”papar Anna , Senin (28/6/2021).

Sedangkan Ketua Tim Konservasi Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulsel, Munafri saat dikonfirmasi pada tempat yang sama menjelaskan. Meskipun pemeliharaan makam Tedong-Tedong dilakukan tanpa pembenahan atap, itu sama saja mubazir sehingga atap memang hal terpenting untuk dibenahi.

Munafri juga mengungkapkan, selain atap beberapa titik talud yang ambrol pada lokasi makam juga mesti dibenahi sehingga telah diagendakan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulsel sekitar Agustus 2021 kembali dilakukan perbaikan talud.

Tahap kegiatan konservasi pada situs kompleks makam Tedong-Tedong kata Munafri yakni,
1. Studi konservasi, dimana tim menghitung volume kerusakan dan faktor kerusakan sehingga dapat dihitung bahan yang diperlukan
2. Pembersihan lokasi makam dan kayu
3. Kegiatan sterilisasi dengan larutan alkohol
4. Konsolidasi dengan menggunakan larutan paraloid B-72
5. Pengawetan dengan bahan anti rayap
6. Pengawetan secara tradisional menggunakan ramuan campuran cengkeh tembakau dan Gambir dilarutkan dalam air selama 24 jam
7. Kamuflase dengan penutupan lubang-lubang kayu akibat serangan kumbang kayu dengan menggunakan Epoksy Resin dan serbuk kayu
8.Kinservasi lingkungan adalah kegiatan menginjeksikan lingkungan sekitar bangunan dengan larutan minyak tanah yang dicampur dengan termibang.

Ia berharap, situs makam Tedong-Tedong dapat dijaga dan dipelihara secara bersama-sama sebab tempat tersebut merupakan warisan sejarah dan sangat potensial sebagai objek wisata Mamasa, apalagi sesuai informasi masyarakat sekitar makam Tedong-Tedong telah berumur sekitar 350 tahun.
Untitled Document


PERATURAN DAERAH


VIDEO DISDIKBUD KAB. MAMASA

Untitled Document Untitled Document